Pantai-pantai Unik di dunia

Glass Beach, California
Glass Beach adalah sebuah pantai di MacKerricher State Park dekat Fort Bragg, California. Di pantai ini terdapat pasir yang berbentuk kaca. Ternyata kaca ini adalah berasal dari pembuangan sampah ke wilayah pantai di dekat bagian utara kota pada awal abad 20.

Hidden beach in Marieta, Mexico
Terletak dekat pantai Meksiko, Hidden Beach di Kepulauan Marieta, Puerto Vallarta adalah pantai yang paling unik dan mengagumkan. Ini adalah pantai tersembunyi yang tampaknya menjauhkan diri dari dunia luar.  Pantai tersembunyi Kepulauan Marieta adalah pulau yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi dan tetap terisolasi sejak saat itu. Karena telah ditemukan, ini berfungsi untuk menjadi situs rekreasi dan juga terdiri dari ekosistem laut yang menambah keindahan Kepulauan ini.
 

Gulpiyuri, Asturias, Spain
Ini adalah teluk yang sangat tidak biasa, fenomena alam. Laut mencapai teluk ini melalui koneksi bawah tanah dan membentuk lingkaran berpasir dalam pantai

Jokulsarlon, Iceland
adalah sebuah danau glasial besar di tenggara Islandia, di perbatasan Vatnajökull National Park. Terletak di kepala Breiðamerkurjökull, berkembang menjadi danau setelah gletser mulai surut dari tepi Samudra Atlantik. Danau ini telah berkembang sejak itu di berbagai tingkat karena mencairnya gletser Islandia.Moho Beach, St. Marrten

Maho Beach, St. Maarten
Maho Beach adalah pantai di sisi Belanda dari kepulauan Karibia di Saint Martin, di negara Sint Maarten. Pantai ini terkenal karena Bandara Internasional Princess Juliana berdekatan dengan pantai, dan pesawat harus terbang rendah dikarenakan landasan pacu yang pendek.

Papakolea Beach, Hawaii

Pantai Papakōlea (juga dikenal sebagai Green Sand Beach atau Pantai Mahana) adalah pantai pasir hijau yang terletak di dekat South Point, di distrik Kau dari pulau Hawaii. Salah satu dari hanya empat pantai pasir hijau di dunia, yang lainnya adalah Pantai Talofofo, Guam, Punta Cormorant di Pulau Floreana di Kepulauan Galapagos, dan Hornindalsvatnet, Norwegia. Ia mendapat pewarnaan yang khas dari mineral olivin


San Alfonso del Mar, Chile
San Alfonso del Mar adalah sebuah resor swasta di Algarrobo, Chili, sekitar 100 km (62 mil) barat dari ibukota Santiago yang memiliki kolam renang terbesar di dunia.
Kolam renang adalah 1 km (0,62 mil) panjang, yang meliputi 8 ha (20 hektar), yang berisi sekitar 250.000.000 liter air laut, dengan kedalaman maksimum 35 m (115 ft) menggunakan air yang dipompa, disaring, dari Samudra Pasifik.

Scala dei Turchi, Italy
The Scala dei Turchi  adalah tebing berbatu di pantai Realmonte, dekat Porto Empedocle, selatan Sisilia, Italia. Hal ini telah menjadi daya tarik wisata karena warna putih yang tidak biasa

The pink beach,Bermuda

Zlatni Rat, Croatia
Zlatni Rat (Golden Cape) adalah  pantai sempit putih di tanjung dekat Bol, terletak 2 km sebelah barat dari pelabuhan Bol, di pantai selatan pulau Brač, Kroasia.

Selengkapnya »

Bukit Bebatuan dengan Pemandangan yang Luar Biasa

Kita hidup di zaman ketika Photoshop mampu membuat apa pun, tapi kali ini tidak ada hubungannya dengan artikel ini! 
Zhangye Danxia Landform di Cina adalah salah satu dari tempat-tempat yang sulit untuk dipercaya benar-benar ada. Terletak di provinsi Gansu, pemandangan alami terbentuk astonishes dengan ledakan warna - coretan yang kuning, oranye dan merah untuk zamrud, hijau dan biru membuat sulit untuk percaya bahwa itu semua nyata. Luasnya wilayah lembah sangat berwarna, air terjun dan pilar alami terlihat nyata dalam gambar, mengingatkan lebih dari sebuah lukisan impresionis dari sebuah foto.

Terbentuk dari batupasir berwarna merah dan konglomerat, Danxia landscpe adalah contoh unik geomorfologi petrografi. Nama sebenarnya mengacu pada berbagai lanskap yang berbeda di tenggara dan barat daya Cina, yang terbentuk karena kondisi sifat khusus ini, seperti celah aliran air, erosi, oksidasi dan gerakan lempeng tektonik. Proses pembentukan Zhangye geopark mengambil lebih dari 24 juta tahun, kembali ke zaman Cretaceous.

Hari ini Danxia landscape merupakan objek wisata yang sangat besar, dengan enam lanskap yang tertulis ke daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2010. Jika Anda berencana untuk mengunjungi itu, berharaplah untuk hujan, karena bukit seperti lebih hidup dengan cahaya yang lebih cerah setelah hujan
 










 
Selengkapnya »

Keindahan Ujung Pelangi

Saat kita melihat pelangi yang melengkung seperti busur di langit, selalu ada ujung yang jatuh di satu bagian cakrawala. Itulah ujung atau kaki pelangi. Memang tak semua pelangi membentuk lengkungan sempurna di langit, tergantung kuantitas titik-titik air dan hasil refleksi oleh biasan cahaya matahari.
 
Berikut adalah foto-foto yang menampakkan ujung pelangi



 
Selengkapnya »

Fenomena Halo Matahari dan Bulan


Hari ini sedang terjadi fenomena alam yang boleh dibilang langka namun biasa terjadi. Ya, hari ini tanggal 21 Agustus 2013 di langit Indonesia terjadi fenomena alam yaitu sebuah lingkaran seperti pelangi yang mengelilingi matahari, yang bisa disebut juga HALO. Mungkin ini menjadi trend di jejaring sosial saat ini. Nah untuk mengetahui apa itu HALO? simak penjelasan dibawah ini
 Halo matahari terlihat 14 Mei 2013 di Monmouth, NJ, Amerika
Halo (ἅλως; disebut juga nimbus, icebow, atau Gloriole) adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Bagaimana Hal ini Bisa Terjadi? 
Pada umumnya halo melibatkan putaran radius 22° halo dan sundogs (Parhelia). Dalam gambar diatas, menunjukan matahari di kelilingi oleh 22° halo dan dilambungi (sisi) oleh sundogs. Parhelic circle adalah biasan cahaya kristal yang melepasi sundogs dan mengelilinginya. Kadangkala ia melapisi keseluruhan ruang langit dalam latitut yang sama dengan matahari. Pembinaan tangen ketinggian dan rendah (Upper Tangent arc and Lower Tangent arc) menyentuh secara terus dengan 22° halo sama ada di atas atau dibawah matahari. Pembuatan Lengkungan (Circumzenithal arc) akan terjadi di atas kristal tersebut.

Radius 22° gerhana matahari tidak kelihatan. Ia seperti helaian yang berlapis-lapis atau habuk pada permukaan awan cirrus yang nipis. Awan ini sejuk dan mengandung kristal es walaupun pada iklim yang sangat panas.

Gerhana matahari sangat besar, selalu mempunyai diameter yang sama dalam posisinya di langit. Kadang-kadang hanya sebagian saja yang muncul. Semakin kecil cincin cahaya yang terbias muncul mengelilingi matahari atau bulan, dihasilkan oleh corona dari lebih banyak tetesan air daripada dibiaskan oleh kristal es, hal ini bukan berarti menunjukkan bahwa hujan akan turun.
Saat awan cirus hanya merefleksikan dan merefraksikan cahaya matahari, biasanya halo yang terbentuk hanya cincin yang tak berwarna. Namun jika pada sudut yang tepat, bisa terjadi juga dispersi sehingga cincin yang terjadi juga berwarna seperti halnya pelangi. Contoh refraksi yang sederhana adalah saat anda melihat sedotan dalam gelas berisi air terlihat patah, atau permukaan dasar kolam yang terlihat menjadi lebih dekat ke permukaan daripada yang sebenarnya.

Refleksi yang terjadi saat cahaya melewati titik air, es atau kristal yang transparan hanya terjadi pada sudut tertentu saja. Sudut ini ditentukan oleh index refraksi medium tersebut. Contoh sederhana saat kita melihat akuarium pada sudut tertentu kaca akuarium yang tembus pandang tiba-tiba menjadi cermin, memantulkan bayangan isi akuarium. 
halo Matahari terlihat di negara bagian Washington pada 16 Mei 2012
halo bulan
Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.

Fenomena optis lain yang disebabkan oleh kristal es di angkasa adalah pelangi.
Selengkapnya »

Sejarah Kemeja Flannel

 
Kemeja flanel merupakan style yang abadi. Trend yang tiada henti.Cocok untuk dikombinasikan dengan jeans dan sneakers atau sepatu boots. Atau dipakai sebagai luaran, dipadukan dengan t-shirt di bagian dalamnya.

Kemeja flanel identik dengan para pekerja keras yang turun langsung di lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan objek pekerjaan di lapangan.

Hal ini tidak lepas dari asal-usul ditemukannya pakaian berbahan flanel ini. Kemeja flanel memiliki rekam jejak yang panjang dan menarik.
Kata flanel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”.

Menurut sejarah, flanel tercatat ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette. Pada saat itu para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Di Perancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Dan pada awal abad ke-18, di Jerman menyebutnya flanell, dalam bahasa Inggris ditulis flannel. Awalnya flanel diproduksi secara tradisional dan rumahan. Dibuat dari benang wol yang di-garuk pada proses finishing-nya.
 
Di abad ke-18, sejalan dengan adanya Revolusi Industri, terjadi perubahan besar-besaran di dalam praktisi industri. Flanel mulai di produksi secara massal dan menjadi produk pabrikasi.

Mengikuti perkembangan jaman, dan mempertimbangkan biaya bahan baku yang tinggi, bahan wol lambat laun mulai digantikan dengan serat kapas (cotton), campuran sutera, dan serat sintetis.

Pada tahun 1889, seorang asal Michigan, Amerika Serikat, yaitu Hamilton Carhatt (1855-1937) mendirikan perusahaan yang dinamakan Carhatt. Carhatt mengklaim sebagai yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel, termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari Kilt, pakaian tradisional Skotlandia.

Carhatt berusaha untuk menciptakan pakaian tahan banting, yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter, untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada awalnya mereka membuat pakaian flanel ini untuk para engineers yang bekerja di jalur kereta api.
Pada awal abad ke-20, flanel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tetapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Dengan memaksimalkan pencampuran kapas (cotton) dengan sutera, flanel kini menjadi lebih tipis dan ringan. Sehingga kemeja flanel dapat digunakan di cuaca yang hangat.

Di abad yang sama, flanel masuk ke Amerika Utara. Flanel dengan motif kotak-kotak diidentikkan dengan para pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Daya tahan dari bahan flanel, kemudahannya untuk dicuci, dan juga kehangatannya, memungkinkan mereka bebas bergerak dan bekerja dalam jangka waktu yang lama di dalam suhu yang dingin. Sejak saat itu, para penebang pohon identik dengan kemeja flanel dan sepasang sepatu boots.
Pada saat Perang Dunia I pecah di tahun 1914, flanel digunakan sebagai seragam dan selimut di medan pertempuran. Dan juga digunakan sebagai bahan alternatif pengganti perban di rumah sakit. Dan ketika perang berakhir, dunia berubah. Perbedaan antar-kelas di masyarakat menjadi bias. Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan kelaki-lakian.

Pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan, setelah kota tersebut menjadi terkenal di seluruh negeri karena memproduksi sweater berbahan flanel warna merah. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang, jatuh pada weekend terakhir di bulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.

Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flanel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.
Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flanel, jeans, dan sepatu boots juga sneakers.
Kemeja flanel adalah icon yang abadi. Selalu berevolusi mengikuti perubahan jaman. Identik dengan pekerja lapangan, yang turun di garis depan. Menggambarkan karakter para pekerja keras di alam yang bebas. Kemeja flanel tak akan lekang oleh waktu.

Flannel shirts will never die.
Selengkapnya »