Hari Pahlawan Nasional 10 November

Hari Pahlawan atau Hari Pahlawan Nasional dapat merujuk pada sejumlah peringatan hari pahlawan nasional di berbagai negara. Hari Pahlawan sering diselenggarakan pada hari kelahiran pahlawan nasional maupun peringatan peristiwa yang mengantarkan mereka jadi pahlawan.

Sejarah singkat
Tentara India Britania menembaki penembak runduk Indonesia di balik tank Indonesia yang terguling dalam pertempuran di Surabaya, November 1945.

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Kronologi penyebab peristiwa
 
Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia

Tanggal 1 Maret1942, tentaraJepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.
 
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus1945.

Kedatangan Tentara Inggris & Belanda

Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.
 
Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya  
 Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. 
 Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.
 
Kematian Brigadir Jenderal Mallaby  
Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. 
Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya
 
Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka. 
Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.
Selengkapnya »

BI Luncurkan Perubahan Pecahan Uang Kertas Baru

Dalam rangka meningkatkan perlindungan dari upaya pemalsuan serta mengoptimalkan fungsi elemen desain agar lebih memudahkan masyarakat mengenali keaslian uang Rupiah pada pecahan Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 2004, Rp50.000 TE 2005 dan Rp100.000 TE 2004, Bank Indonesia secara resmi akan mengeluarkan dan mengedarkan Uang Kertas (UK) Rupiah Desain Baru ketiga pecahan tersebut mulai Senin, 31 Oktober 2011.

Dengan Pengeluaran dan Pengedaran ketiga uang kertas Desain Baru tersebut, diharapkan masyarakat akan dapat lebih cepat mengenali keaslian uang Rupiah dengan adanya penambahan unsur pengaman yang dapat dikenali tanpa menggunakan alat bantu. Disamping itu, diharapkan pula dapat meningkatkan perlindungan dari upaya-upaya pemalsuan uang karena kemajuan dalam teknologi cetak.

Perlu diketahui bahwa penyempurnaan desain ini secara visual bersifat minor dan bukan merupakan uang emisi baru. Perubahan untuk mengoptimalkan fungsi elemen desain atau up-grading pada masing-masing ketiga pecahan uang kertas tersebut meliputi:

1. Pecahan Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 2004

a. Penambahan unsur pengaman rainbow printing di sebelah kanan gambar utama pada bagian depan uang berupa bidang berbentuk segi empat yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu;
b. Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna hijau dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan uang dan belakang uang;
c. Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah empat persegi panjang yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang;

2. Pecahan Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 2005

a. Penambahan unsur pengaman rainbow printing di sebelah kanan gambar utama pada bagian depan uang berupa bidang berbentuk segi empat yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu;
b. Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna oranye dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan dan belakang uang;
c. Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah segi tiga yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang.

3. Pecahan Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 2004

a. Penambahan unsur pengaman rainbow printing di atas gambar utama pada bagian depan uang berupa bidang berbentuk segi empat yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu;
b. Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan dan belakang uang;
c. Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah lingkaran yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang.
d. Penambahan penulisan DEWAN PERWAKILAN DAERAH pada gambar utama di bagian belakang uang yang semula bertuliskan“MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT” menjadi “MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH”.
e. Menghilangkan unsur pengaman berupa Irisafe yang terletak di samping kanan gambar utama pada bagian depan uang.

Sementara itu, elemen desain utama lainnya seperti warna dominan uang, bahan uang, gambar utama dan ukuran uang adalah tetap atau tidak mengalami perubahan.

Sebagai informasi, uang kertas pecahan Rp20.000 TE 2004, Rp50.000 TE 2005 dan Rp100.000 TE 2004 desain lama masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.
Selengkapnya »

Arti huruf 'i' Pada iPod, iPhone dan iPad

Apple menciptakan merek produk ‘i’ yang bisa dikatakan tak berhubungan dengan fungsi dan desain. Pasti Anda bertanya-tanya apa artinya? Simak berikut.

Ketika Apple mengeluarkan debut produk ‘i’ pertamanya, iMac, pendiri dan CEO Apple Steve Jobs mengatakan, “Itu merupakan perkawinan kesenangan internet dan kesederhanaan Macintosh”.

Jadi, ‘i’ mewakili internet dan ‘Mac’ mewakili Macintosh. Internet merupakan kata yang paling sering dikira diwakili ‘i’. Namun, internet bukanlah satu-satunya arti ‘i’ yang dimaksud Jobs.

Selain internet, ‘i’ juga berarti individual, merujuk pada sifat alami personal komputer. Instruksi, komputer juga dimaksudkan untuk tujuan pendidikan serta informasi dan inspirasi.

Sejak debut iMac pada 1998, Apple mulai menciptakan beberapa rancangan serupa produk konsumen lainnya menggunakan ‘i,’ termasuk iPod, iPhone dan kini iPad.
Selengkapnya »

Milyarder Pertama Kuis Who Wants To Be A Millionaire

Anda semua pasti tahu kuis yang satu ini. Kuis ini juga sempat booming di Indonesia, saat dibawakan oleh Tantowi Yahya. Di Indonesia memang belum ada satupun kontestan yang mencapai angka paling fantastis, 1 milyar. Paling banter hanya sampai titik 500 juta rupiah kalau tidak salah. Tapi tahukah anda kalau di Amerika quiz ini sudah terlebih dahulu berhasil mendapatkan juara pertama yang mendapat $1 million dollar.
Siapakah orang berintelektual tinggi yang beruntung itu? dia adalah John Carpenter. Seorang pria kelahiran 1968 yang berasal dari Hamden, Connecticut. Dia adalah seorang lulusan ekonomi Universitas Rutgers di tahun 1990. Dia berumur 31 tahun tepatnya, saat memenangkan mega kuis ini.
Hari itu, 18 November 1999. Ketika Who Wants To Be A Millionaire berlangsung, dan John Carpenter sudah mencapai titik paling akhir permainan. Dengan hati yang deg-degan, dia disodori pertanyaan senilai 1 juta dollar. Yang artinya bila dia berhasil menjawab pertanyaan tersebut, dia akan mematahkan rekor sebagai milyarder pertama dalam kuis ini. Kali itu pertanyaan yang muncul adalah "Which of these U.S. Presidents appeared on the television series "Laugh-In"?.
Beruntunglah John, karena sampai di pertanyaan itu dia masih menyisakan 3 pilihan bantuan. Phone a friend, Ask The Audience dan fifty-fifty. Dan disinilah cerita menariknya. Sama sekali tidak terlihat raut wajah yang tegang, seperti sudah sangat yakin dengan jawabanya. Dia hanya tersenyum simpul saat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut. Rupanya John merasa sudah memiliki 1 juta dollar itu di rekeningnya.
Tak disangka-sangka ketika seluruh penonton mulai berharap-harap cemas. John memutuskan untuk mengambil pilihan bantuan Phone A Friend. Dia menelepon ayahnya. Terjadilah sebuah dialog yang menarik :

Regis Philbin (Host): "John you've got thirty seconds, starts right now"
John: "Uh...Hi, Dad."
Tom (Ayah John): "Hi!"
John: "Um...I don't really need your help, I just wanted to let you know that I'm gonna win the million dollars"
(penonton mulai tertawa sambil memberikan tepuk tangan yang meriah)
John: "Er... because the U.S. President that appeared on 'Laugh-In' is Richard Nixon. That's my final answer"
Regis: "Well, my gosh. What can I say except: Debbie (Carpenter's wife), you're going to Paris, and this is the final answer heard all around the world, he's won a million dollars!"
Oh my god, John Carpenter berhasil mendapatkan 1 juta dollar dengan cara unik, tidak terduga sebelumnya. Dia menelepon ayahnya bukan untuk menanyakan isi jawabanya. Tapi dia menelepon ayahnya hanya untuk memberitahukan bahwa tidak akan lama lagi dia akan mendapat $1 million dollar. Karena dalam lubuk hatinya, John memang sudah mendapatkan jawabanya. Richard Nixon is the final answer, and damn he pretty pretty sure 100 percent. John Carpenter is the first winner on who wants to be a millionaire.

Selengkapnya »

Floppy Disket : Ikon ‘Kepraktisan’ yang hampir Punah

Pernah lupa bawa ponsel saat sedang bepergian? Bagaimana rasanya? Kesal, jengkel dan mengutuk diri itu sudah pasti , yang jelas jika masih ada waktu untuk mengambilnya tentu kita sudah bergegas mengambilnya bukan? Rasa-rasanya sekarang ini tidak ada benda selain ponsel yang begitu lekat dengan aktivitas kita sehari-hari. Satu atau dua dekade lalu, Floppy disket atau yang sering disebut dengan ‘disket’ saja pernah mengalami nasib yang serupa dengan ponsel. Keberadaannya sangat penting dan selalu diperlukan karena floppy disket adalah satu-satunya media penyimpanan data yang portabel, ringkas dan mudah dibawa kemana-mana. Floppy disket bahkan dipandang sebagai sebuah temuan yang menjadi tonggak kemudahan dan kepraktisan dalam dunia sistem informasi. Dari floppy disket, lahirlah berbagai media penyimpanan portabel lain seperti CD, flashdisk, hardisk eksternal, zip drive, dan sebagainya.

Sekarang ini memang sudah tidak begitu banyak orang yang menggunakan floppy disket karena mulai tergusur dengan kehadiran media penyimpanan penerusnya. Namun citra floppy drive tetap melekat di kalangan pengguna komputer karena wujud floppy disket diabadikan menjadi ikon ‘save’ di sejumlah aplikasi komputer.

Nah, bagi anda yang ingin mengetahui sejarah floppy disket berikut adalah kisah asal-usulnya.

Asal Usul Floopy Disket
Tahun 1967 teknologi floppy disket mulai dikembangkan oleh sejumlah kru IBM di bawah pimpinan Alan Shugart. Empat tahun kemudian, floppy disket diluncurkan ke pasaran dan mendapat sambutan hangat karena pada saat itu menjadi alternatif media penyimpanan data selain hardisk. Namun saat diluncurkan namanya bukan floppy disket melainkan ‘Memory Disk’. Fisik ‘Memory Disk’ ini berukuran lumayan besar: 8 inci, dan hanya dapat menyimpan data sebesar 79,7 kb (kilobyte). Data yang tersimpan pun tidak dapat dimodifikasi atau dihapus.
Barulah pada tahun 1976, ‘Memory Disk’ berevolusi menjadi floppy disket dengan kapasitas penyimpanan data yang bertambah besar menjadi 160 kb dengan fisik yang lebih kecil: 5¼ inci. Dari sinilah istilah ‘Floppy’ mulai dipakai untuk merujuk pada bentuk fisiknya yang lebih kecil, fleksibel dan gemulai.
Sejak itu floppy disket 5¼ inci terus berevolusi dalam hal kapasitas penyimpanan datanya.

Tahun 1984, IBM memperkenalkan floppy disket dengan bentuk fisik yang lebih kecil berukuran 3½ inci dan dapat menyimpan data hingga 720 kb. Kapasitas penyimpanan floppy disket kemudian berkembang menjadi 1,44 megabyte (mb) dan beberapa produsen besar seperti Sony, BASF, Verbatim, Maxell, dll memproduksi berbagai variannya. Floppy disket terus berjaya hingga pertengahan dekade 90an. Pada masa itu, floppy disket menjamur pada setiap pengguna komputer karena merupakan satu-satunya aternatif penyimpan data yang bisa dibawa ke mana-mana karena ukurannya yang pas di kantong.
 
Di ambang kepunahan
Kemunduran floppy disket diawali tahun 1998 saat Apple Computer meluncurkan produk iMac yang tidak menyertakan floppy drive dalam produk tersebut. Apalagi kemudian mulai ditemukan teknologi zip drive, CD, DVD, kartu memori, flash disk, dll, sehingga beberapa produsen komputer lain mulai tidak menyertakan floppy drive dalam berbagai varian komputernya.

April 2010, salah satu produsen floppy disket terbesar, Sony, mengumumkan akan segera menghentikan produksi floppy disket pada Maret 2011. Apakah ini menjadi pertanda punahnya floppy disket? Jawabannya, belum tentu! Karena beberapa produsen besar lainnya seperti Verbatim, Maxell, 3M mengklaim masih memproduksi ratusan ribu keping floppy disket setiap bulan. Floppy disket memang masih dibutuhkan oleh sejumlah musisi untuk menyimpan data di instrumen keyboard, begitu pula dengan beberapa mesin ATM tertentu yang membutuhkan floppy disket untuk meng-install programnya.

Bahkan komputer produksi mutakhir pun masih sangat membutuhkan floppy disket apabila ingin meng-upgrade BIOS. Bagaimana dengan anda? Apakah masih butuh sang ‘ikon kepraktisan’ ini?

Sang Penemu  
Alan Shugart
Pada tahun 1971 IBM memperkenalkan " memory disk " pertama, yang kemudian terkenal dengan floppy disk atau disket. floppy pertama merupakan disk plastik yang di lapisi besi magnetik oksida; data di tulis dan di baca dari permukaan disk. Nama "floppy" di ambil karena sifatnya yang fleksibel. floppy disk menjadi perangkat revolusioner pada waktu itu, karena portabilitasnya yang menyediakan sebuah alat fisik baru dan mudah di gunakan untuk mengirimkan data dari komputer ke komputer.

floppy merupakan hasil penemuan seorang insinyur IBM yaitu alan shugart, disk pertama di rancang untuk memuat microcode ke dalam pengendali {controler} file disk merlin {IBM 3330} {perangkat penyimpanan 100 MB}. sehingga , sebenarnya floppy pertama di gunakan untuk mengisi tipe penyimpanan data di perangkat lain. kemudian di temukan lagi penggunaan tambahan floppy disk yaitu membuatnya menyimpan program baru dan media penyimpanan file.

bagaimana floppy bekerja? floppy merupakan benda magnetik yang mirip dengan sejenis tape perekam; satu atau dua sisi dari disk di gunakan untuk merekam. disk mengambil atau menangkap floppy pada bagian tengahnya dan mengelilingi/ memutarnya seperti dalam kegiatan merekam. pada bagian read/write head. sama seperti head pada tape deck, menyentuh permukaan melalui pembukaan penutup plastik. floppy buatan shugart memiliki kemampuan 100 kb data. tahun 1976,disk drive verukuran 5 1/4 dan disket di kembangkan oleh alan shugart di wang laboratories. wang menginginkan floppy disk dan disk drive yang lebih kecil untuk mengunakan komputer desktop mereka. tahun 1978 lebih dari 10 pabrik memproduksi flooppy drive ukuran 5 1/4, tahun 1981 sony memperkenalkan floppy drive dan disket berukuran 3 1/2. ini adalah floppy yang paling terkenal di kalangan penguuna komputer saat ini.

kemudian di ikuti oleh penemuan richard mateosian yang mengembangkan floppy disk operating system untuk floppy pertama kali. disk tersebut berukuran 8 inci dalam diameter dan kapasitas sebesar 200 k. karena ukuran tersebut terlalu besar mereka kemudian membaginya ke dalam empat partisi yang masing masing partisi merupakan perangkat hardware terpisah- hal ini dapat di analogikan seperti cassette drive .

sistem operasi yang di buatnya memiliki kumpulan perangkat logika { sumber input, output listing, output error, output biner. dan lain sebagainya}. dan mekanisme untuk membuat sebuah korespondensi antara alat alat tersebut dan perangkat hardware. program aplikasinya merupakan hasil rakitan HP, compiler dan seterusnya, kebanyakan di modifikasi untuk menggunakan perangkat logikanya untuk fungsi fungsi I/O.

secara mendasar sebenarnya sistem operasi bersandar pada sistem command monitor. command memilki tugas utama untuk melakukan manipulasi file. ada beberapa command yang bersifat kondisional { seperti IF DISK} salam menggunakan file file batch. keseluruhan sistem operasi dan seluruh program program aplikasi di rakit menggunakan bahasa rakitan dalam mesin HP 2100.
Selengkapnya »